Ibu

Tanpa seorang ibu kita ngga akan ada di dunia ini. Mau lahir dari mana coba kalau ngga ada ibu? dari rahim bapak? itu mustahil lah…! Yang jelas Tuhan udah kasih kita seorang ibu yang mengandung kita selama kurang lebih 9 bulan 10 hari dan melahirkan kita didunia ini. Jadi, sejak umur kita 0 bulan dalam kandungan kita udah ngikut ibu kita kemana aja dia pergi dan melakukan apa saja dimana saja dengan siapa saja. Perkasa sekali ibu kita. Ketika melahirkan kita, seorang ibu akan mempertaruhkan nyawanya demi kita dan saat mendengar tangis anaknya untuk pertama kalinya maka semua rasa sakit dan lelah akan hilang seketika dan hanya kebahagiaan yang akan mengelilinginya. Akan ada air mata kebahagiaan yang keluar dari mata bahagia seorang ibu. Mungkin bagi para wanita (ibu) hal tersebut adalah momen yang sangat membahagiakan dan sangat…sangat…sangat dinantikan.

Tidak sampai disitu saja pengorbanan ibu kita. Setelah bersusah payah mengandung kita selama kurang lebih 9 bulan dan mempertaruhkan nyawanya demi kelahiran kita, ibu masih berkorban dan berusaha membesarkan kita hingga kita bisa hidup sendiri. Sejak kita lahir ibu akan memberikan hidupnya untuk kita, untuk merawat dan membesarkan kita. Ibu akan memberikan segalanya bagi kita dan akan berusaha sekuat tenaga untuk memberikan yang terbaik untuk kita. Selain itu, ibu pun harus mengurus suami dan rumah tangga, dan bagi ibu yang juga bekerja pastinya juga akan mengurus pekerjaannya juga. Sungguh keras dan berat sebenarnya tugas ibu itu, namun begitu mulia dan penuh kasih.

Aku sendiri kagum dengan ibuku sendiri. Beliau benar-benar ibu yang tangguh dan hebat bagiku. Kenapa bisa begitu? karena beliau sangat sayang pada anak-anaknya, kakakku dan aku dibesarkan penuh kasih dan kebebasan yang bertanggungjawab. Selain itu, ibuku juga seorang perawat yang sangat cekatan, disaat anak-anaknya sakit ataupun anggota keluarga yang lain sakit maka ibuku akan melakukan segalanya demi kesembuhan anaknya ataupun anggota keluarga yang sakit, ibuku akan merawatnya penuh kasih dan sabar. Ibuku juga seorang yang easy going, beliau ringan tangan dan supel, down to earth, dan periang. Ibuku juga pekerja keras, dia sebagai seorang guru SD juga melakukan tugas mengajarnya dengan baik dan disukai oleh murid-muridnya dan sampai sekarang banyak para muridnya yang masih ingat dengan ibuku walaupun meraka dididik oleh ibuku 20-10 tahun yang lalu, bahkan mereka sudah memiliki anak.

Hm…saking kagumnya aku sama ibuku aku inging menjadi seperti beliau kelak. Dan sekarang dan seterusnya aku sangat bersyukur memiliki ibu seperti ibuku. Terimakasih ibu, terimakasih Tuhan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s