Mei kelabu

Ketika berulang tahun biasanya hal yang ditunggu adalah hadiah istimewa dari orang yang istimewa juga. Namun, bagiku ulang tahunku kali ini berbeda, mengingat umurku tahun ini sudah 20 tahun dan situasi yang aku hadapi tidak memungkinkan untuk mengadakan suatu perayaan maka hanya satu hadiah yang aku minta yaitu kesehatan bagi seluruh keluargaku. Aku minta kepada Tuhan supaya seluruh anggota keluargaku sehat dan nenekku yang pada waktu itu sedang sakit dan habis oprasi bisa segera pulih dan berkumpul seperti biasanya. Aku berdoa kepada Tuhan, dihari ulang tahunku tidak ada yang ingat dengan ulang tahunku pun aku rela, aku tidak akan marah ataupun kecewa yang terpenting adalah keluargaku sehat semuanya. Hanya itu yang sangat aku inginkan, aku benar-benar tidak akan marah jika tidak ada satu orangpun didunia ini yang mengingatnya. Aku sungguh hanya ingin hadiah dimana semua keluargaku sehat, bahagia dan rukun.

Satu hari menjelang hari ulang tahunku aku sudah merasa senang karena nenekku yang tadinya dirawat di ICU sehabis operasi bisa keluar dari ICU dan bisa dirawat di kamar biasa. Hal itu sudah luar biasa membahagiakan bagiku, karna aku bisa menemani beliau tanda ada batasan jam besuk dan itu menunjukan bahwa nenekku akan segera pulang kerumah. Hari itupun aku dan ibuku  yang menjaga nenekku. Aku dan ibuku tidur dibawah tempat tidur nenekku, dan sebisanya aku membantu nenekku untuk segera pulih dengan memberinya motivasi. Hal yang masih aku ingat jelas adalah janji nenekku untuk bisa datang ke wisudaku nanti.

Hari itu adalah hari Sabtu 12 Mei 2012, waktu itu ketika ibuku pulang untuk bekerja dulu dan kakekku belum datang, hanya aku dan nenekku seorang beliau berkata bahwa tanpa aku beliau bisa mati, dan beliau berkata bahwa aku adalah cucunya yang sangat Ia banggakan. Aku sungguh senang mendengar hal itu apalagi beliau berkata demikian ketika aku berulang tahun. Aku menganggapnya hal itu sebagai hadiah bagiku. Selain itu aku memberinya semangat supaya bisa lekas sembuh dengan mengajaknya untuk datang ke wisudaku nantinya dan beliau berkata “iya, pasti datang” dan aku menambahkan, mungkin aku diwisuda sekitar dua tahun lagi, dan nenekku menjawab pasti bisa datang, walaupun menunggu dua tahun lagi pasti bisa datang. Dengan berkata demikian aku menjadi termotivasi untuk segera menyelesaikan kuliahku supaya nenek dan kakekku serta orang tuaku tidak menunggu lama untuk datang ke wisudaku. Aku sudah senang nenekku berjanji seperti itu, dan aku yakin pasti nenekku dan kakekku akan datang.

Hari itu, aku menjaga nenekku hanya setengah hari, karena aku sudah dua malam tidak pulang kerumah dan kebetulan sorenya ada pertemuan mudika digereja dan entah kenapa aku ingin sekali datang. Jadinya satu malam aku tidak menjagai nenekku dirumah sakit hanya ibuku seorang. Minggunya aku datang kembali kerumah sakit, siang itu nenekku terlihat semakin membaik, beliau menghabiskan susu dua gelas dan beliau mau makan setidaknya sudah habis setengah dari yang diberikan. Aku dan ibuku sudah optimis bahkan kakek dan ayahku juga optimis bahwa sebentar lagi nenekku pasti pulang rumah. Dokterpun sudah memperbolehkan nenekku untuk duduk, apa ngga senang mendengar hal itu? dokter juga sudah memberikan statement bahwa nenekku sudah melewati masa kritisnya dengan baik bahkan sangat baik. Aku sekeluarga sudah optimis dan tak hentinya kami berdoa dan memberi semangat kepada nenekku.

Minggu malam, nenekku menyuruhku untuk pulang ke kost karena Senin pagi aku ada kuliah jam 7. Nenekku menyuruhku untuk pulang jangan terlalu malam, dan kalau bisa segera pulang supaya beliau bisa tenang. Aku berfikir pastinya beliau akan terus memikirkanku ketika aku dalam perjalanan pulang nantinya, dan beliau khawatir akan terjadi sesuatu padaku dijalan. Akhirnya, aku menuruti perkataannya, setelah maghrib aku pulang ke kost. Tanpa aku sadari ditengah perjalanan, aku merasa “kebau-bauan” sama bau BABnya nenekku (aku pernah membantu ibuku membersihkan BAB nenekku). Sempat terlintas pikiran yang buruk terjadi pada nenekku, tapi aku menampiknya dan terus berfikir optimis bahwa nenekku akan segera sehat. Sesampainya dikostpun aku langsung membereskan kostku dan aku tidak sedikitpun berfikir yang macam-macam. Aku begitu tenang dan damai rasanya dan ternyata hal itu juga terjadi pada kakekku. Kakekku yang biasanya terbangun tengah malam, malam itu bisa tidur dengan sangat nyenyak.

Malam itu, aku tidur cukup larut sehingga ketika pagi ayahku sms memberi kabar bahwa nenekku kritis tapi aku tidak mendengar deringnya karna aku masih tertidur. Hingga pukul lima pagi ayahku telfon aku dan memberiku kabar bahwa nenekku sudah dipanggil Tuhan. Rasanya sakit, sakit sekali…yang bisa aku lalukan hanya menangis dan marah. Kenapa begitu mendadak? kenapa aku tidak ada disamping beliau saat terakhirnya? kenapa ini terjadi? kenapa nenekku haru pergi sebelum aku wisuda? aku belum sempat membahagiakan beliau, aku belum sempat mewujudkan keinginan beliau supaya aku menjadi guru, aku belum sempat melakukan apa yang beliau inginkan. Rasa penyesalan, sedih, marah semua menjadi satu. Terpikir juga dengan kakekku yang begitu mencintai nenekku sekarang harus ditinggalkan oleh nenekku. Aku hanya bisa menangis.. Aku berdoa sejenak sebelum aku pulang kerumah sendirian, aku hanya meminta keselamatan dan kekuatan untuk keluargaku.

Dalam perjalanan pulang rasanya aku berada didalam mimpi. Aku masih belum percaya nenekku meninggalkan kita semua. Sesampainya dirumah kakekku aku melihat suasanan rumah sudah ramai dengan orang-orang, aku langsung datang mengahmpiri kakekku yang terduduk lemas, aku segera memeluknya. Sedih sekali rasanya, melihat kakekku yang terpukul akan kepergian nenekku. Disitu aku berfikir, aku tidak boleh jatuh, aku tidak boleh menangis berlebihan karna aku tidak ingin memperburuk suasana kakekku. Jadi, sebisa mungkin aku mencoba untuk tegar dan membantu kakekku untuk beristirahat sejenak dan membatu orang-orang yang membatu menata tempat. Aku bisa menguasai diriku sampai ibuku pulang dan menangis juga ketika bulik dan adikku pulang. Aku ingin meluapkan segalanya namun aku tidak bisa melakukannya. Aku tetap berusaha untuk tegar.

Jenazah nenekku tiba dirumah pukul delapan dan disitu aku tidak bisa lagi membendung semuanya, aku hanya bisa menangis dipelukan ayahku, aku mengatakan semua yang aku pendam selama pagi tadi. Ayahku berusaha menenangkanku dan setelah aku tenang, aku ingin melakukan hal terakhir untuk nenekku, yaitu membantu untuk merias nenekku dan memberikan rosario biruku untuk nenekku. Setelah itu aku hanya bisa berdiri disamping jenazah nenekku dan hanya melihatnya. Aku melihat wajah nenekku yang tersenyum dan begitu tenang, sangat tenang dan damai. Berdiri disamping nenekku dan memikirkan apa yang akan kami lakukan tanpa nenek, bagaimana besok tanpa nenek? dan hanya bisa berucap doa semoga nenekku bebas dari api pencucian dan mendapatkan tempat terindah disamping Tuhan.

Ketika pemakaman aku masih merasa ini mimpi! bahkan sampai sekarang rasanya aku belum terbangun dari mimpi dan semua adalah mimpi!

Bulan Mei…entahlah bulan Mei ini bulan yang menyenangkan atau menyedihkan. Bukan hadiah yang aku terima namun berita duka. Bukan kebahagiaan namun kekecewaan dan kesedihan yang aku dapat. Aku merasa aku sekarang bukan aku yang dulu, aku masih ngambang. Aku tidak bisa menceritakan ini kepada teman-temanku, aku tidak bisa menceritakan apa yang aku rasakan kepada keluargaku. Aku diam dan terombang-ambing. Aku hanya bisa berdoa dan terus berdoa supaya nenekku bisa bebas dari api pencucian dan mendapatkan tempat yang sangat indah di surga, dan aku harus menjaga kakekku, aku akan berusaha untuk membuat kakekku tidak kesepian.

Rest in peace my grandma, I will always pray for you…and you always in my heart.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s