Teknologi Pendidikan sebagai Pembelajaran Kompetitif untuk Meningkatkan Prestasi Siswa: Studi kasus di salah satu SMA di Salatiga

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara atau metode yang tepat guna meningkatkan prestasi belajar siswa di salah satu SMA di Salatiga dengan menggunakan teknologi sebagai sarana perbaikan proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah dengan deskriptif analisis dengan menggunakan instrument angket yang dibagikan secara acak kepada 64 siswa SMA “X” di Salatiga. Teknologi pendidikan merupakan suatu perangkat bantu untuk memfasilitasi proses belajar mengajar supaya lebih efektif, menarik dan efisien, serta dapat membantu guru ataupun siswa untuk mendapatkan materi dengan cepat dan dapat belajar secara mandiri. Teknologi pendidikan dapat berupa audio, visual dan audio visual. Teknologi dalam pendidikan ini dapat digunakan untuk meningkatkan hasil prestasi siswa dan mutu pendidikan yang ada serta menciptakan proses belajar mengajar yang kreatif, inovatif, menarik dan menantang. Penelitian ini memiliki manfaat yaitu untuk mendapatkan metode pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan prestasi siswa, sehingga mutu pendidikan di SMA “X” Salatiga dapat meningkat. Hasil penelitian menunjukan bahwa prestasi belajar (nilai rata-rata siswa) dipengaruhi oleh motivasi dan keuletan siswa dalam belajar, sehinngga metode pembelajaran yang tepat adalah dengan metode pembelajaran yang kompetitif. Dalam penelitian ini didapat beberapa saran untuk meningkatkan prestasi belajar siswa melalui metode pembelajaran yang kompetitif dan menggunakan teknologi pendidikan sebagai media pembelajaran. Beberapa cara yang dapat dilakukan diantaranya dengan membuat film, membuat poster dengan menggunakan software yang ada, pembelajaran dengan menggunakan skype atau guru membuat online game yang sesuai dengan materi yang diajarkan.

 

Kata kunci       : Prestasi belajar, teknologi pendidikan, motivasi

 

 

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Perkembangan jaman yang pesat saat ini terlihat dengan teknologi yang semakin maju dan mempengaruhi banyak aspek kehidupan manusia. Seperti yang dikatakan oleh Toffler (1980) bahwa kekuatan terbesar dunia adalah ilmu pengetahuan dan teknologi. Maka, saat ini pun kehidupan manusia tidak dapat lepas dari teknologi dan salah satu aspek yang tidak lepas dari teknologi adalah pendidikan.

Pendidikan mulai dituntut untuk memberi kesegaran dalam setiap proses pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi yang ada.  Pengaruh teknologi telah mendesak para pelaku pendidikan untuk berlomba-lomba memberi inovasi dan warna baru dalam pendidikan. Teknologi sangat membantu proses pembelajaran, materi mudah diakses, dapat melakukan pembelajaran tanpa bertatap muka (skype) serta mempermudah sistem usaha dan kegiatan administrasi lembaga pendidikan (Pengaruh Teknologi dalam Dunia Pendidikan, 2012).

Perkembangan teknologi ini juga telah dimanfaatkan dalam pendidikan oleh beberapa Negara, seperti di Australia, dimana banyak universitas melakukan Web-based lecture technologies (WBLT) atau pembelajaran melalui teknologi web. Proses pembelajaran ini pun juga dinilai efektif dan mendapatkan tanggapan yang positif dari para mahasiswanya (K.Woo, et al., 2008).

Perkembangan teknologi juga dimanfaatkan di beberapa lembaga pendidikan di berbagai negara untuk mengetahui motivasi belajar siswa, seperti halnya yang dilakukan oleh David Ockert dari Toyo University. David meneliti mengenai penggunaan tablet computer untuk melihat atau mengkaji ulang kemampuan siswa dalam berbicara bahasa Inggris dan untuk melihat pengaruh motivasi belajar siswa. Dari penelitiannya terlihat bahwa dengan menggunakan tablet tersebut, siswa menjadi termotivasi untuk belajar lebih giat dan mereka memberikan tanggapan yang positif terhadap review dari penampilan mereka yang mereka lihat melalui tablet tersebut.

 

  1. Rumusan Masalah

Dalam penelitian ini, adapun rumusan masalah adalah sebagai berikut:

  1. Apakah faktor determinan yang mempengaruhi prestasi belajar siswa di SMA “X” Salatiga?
  2. Bagaimana cara meningkatkan prestasi siswa di SMA “X” Salatiga?
  3. Model pembelajaran apa yang dapat meningkatkan prestasi siswa di SMA “X” Salatiga?

 

  1. Tujuan

Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah:

  1. Mengetahui faktor determinan yang mempengaruhi prestasi siswa di SMA “X” Salatiga
  2. Mengetahui cara untuk meningkatkan prestasi siswa di SMA “X” Salatiga
  3. Mendapatkan metode pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan prestasi siswa dan pendidikan di SMA “X” Salatiga

 

  1. Manfaat

Manfaat dalam penelitian ini dapat berupa internal maupun eksternal. Manfaat internal bagi SMA “X” Salatiga adalah mendapatkan model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan prestasi siswa, sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di SMA “X” Salatiga.

Manfaat eksternal yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah mendapatkan metode pengajaran yang baru yang dapat diterapkan untuk meningkatkan mutu prestasi siwa di sekolah-sekolah lainnya untuk meningkatkan prestasi siswa dan mutu pendidikan sekolah.

 

LANDASAN TEORI

  1. Teknologi Pendidikan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, teknologi pendidikan adalah metode bersistem untuk merencanakan, menggunakan, dan menilai seluruh kegiatan pengajaran dan pembelajaran dengan memperhatikan, baik sumber teknis maupun manusia dan interaksi antara keduanya, sehingga mendapatkan bentuk pendidikan yang lebih efektif.  Sedangkan menurut Kandung, (2014), teknologi pendidikan adalah kajian dan praktik untuk membantu proses belajar dan meningkatkan kinerja dengan membuat, menggunakan, dan mengelola proses dan sumber teknologi yang memadai. Dalam arti sempit teknologi pendidikan adalah media pendidikan, yakni teknlogi yang digunakan sebagai alat bantu dalam pendidikan supaya lebih efektif, efisien dan berhasil guna.

Teknologi pendidikan menurut Chaeruman (2011) adalah studi dan praktek etis yang memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan menciptakan, menggunakan dan mengelola proses dan sumber teknologi yang tepat. Definisi lain mengenai teknologi pendidikan menurut (AECT) Association for Educational Communication and Technology 2004, adalah studi dan praktek etis dalam upaya memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja dengan cara menciptakan, menggunakan/memanfaatkan, dan mengelola proses dan sumber-sumber teknologi yang tepat. Jelas, tujuan utamanya masih tetap untuk memfasilitasi pembelajaran (agar efektif, efisien dan menarik/joyfull) dan meningkatkan kinerja (Chaeruman, 2008).

 

  1. Peranan Teknologi dalam Pendidikan

        Peranan teknologi dalam pendidikan memiliki potensi yang mempengaruhi proses belajar mengajar, seperti yang dikatakan oleh Ely, dalam Kahirul Umam (2014), bahwa potensi teknologi pendidikan dapat (1) meningkatkan produktivitas pendidikan dengan mempercepat tahap belajar, (2) memberikan kemungkinan pelajar untuk belajar secara mandiri, (3) memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran, (4) lebih memantapkan pembelajaran, (5) memungkinkan untuk belajar (mengakses materi) dengan cepat, dan (6) memungkinkan penyajian pembelajaran yang lebih luas.

Peranan teknologi dalam pendidikan dapat berupa media yang bermanfaat untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa, penjelasan materi menjadi lebih jelas, metode pembelajaran menjadi lebih bervariasi dan komunikatif, serta siswa dapat melakukan aktivitas selama kegiatan belajar, tidak hanya diam mendengarkan namun bisa mengamati, mendemonstrasi dan memerakan (Sudjana dan Rivai 1992, dalam LiniEdukasi).

 

  1. Teknologi dalam Pembelajaran

            Bentuk teknologi pembelajaran menurut (YPSB, 2014) dapat berupa:

  1. Teks (karakter alfa-numerik ditampilkan dalam buku, poster, papan tulis, layar komputer),
  2. Audio (mencakup dapat didengar oleh seseorang seperti suara, musik, suara mekanik),
  3. Visual (diagram di poster, gambar pada papan tulis, foto, gambar dalam sebuah buku, kartun),
  4. Media gerak (media yang menampilkan gerak termasuk rekaman video dan animasi),
  5. Manipulasi tiga dimensi (dapat disentuh dan ditangani oleh mahasiswa),
  6. Perangkat lunak

Dalam pendidikan, perangkat lunak seperti aplikasi SPSS, corel draw, dll memberikan kesempatan yang lebih banyak kepada para siswa untuk mempelajari hal yang lebih esensial (Susanto).

 

  1. Faktor yang mempengaruhi Prestasi Siswa

Prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu intern (dalam) dan ekstern (luar). Faktor intern adalah faktor yang dialami dan dihayati secara langsung oleh siswa dan berpengaruh terhadap proses pembelajaran dalam pencapaian prestasi belajar. Faktor intern ini meliputi, sikap siswa terhadap belajar, motivasi belajar, konsentrasi belajar, kemampuan mengolah materi, kemampuan menggali prestasi belajar yang tersimpan, kemampuan berprestasi/ unjuk prestasi belajar, rasa percaya diri siswa, intelegensi, keberhasilan dan kebiasaan belajar. Sedangkan faktor ekstern adalah faktor yang berasal dari luar diri siswa yang mempengaruhi prestasi belajar siswa, diantaranya meliputi guru sebagai pembimbing siswa, sarana dan prasarana belajar, kondisi pembelajarana, kebijakan penilaian, kurikulum yang diterapkan dan lingkungan sosial siswa (Dimyati, Mudjiono, 2006).

Sedangkan menurut Slameto (2003 : 54-72), faktor-faktor yang mempengaruhi belajar digolongkan menjadi dua, faktor yang pertama adalah faktor internal yang meliputi jasmaniah (kesehatan dan cacat tubuh), psikologi (intelegensi, perhatian minat bakat, motif, kematangan dan kesiapan) dan faktor kelelahan. Sedangkan faktor yang kedua adalah faktor eksternal yang meliputi faktor keluarga (cara orang tua mendidik, relasi antara anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua dan latar belakang kebudayaan), faktor sekolah (metode mengjar guru, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, ukuran standar belajar, keadaan gedung, metode belajar dan tugas rumah), dan faktor masyarakat (kegiatan siswa dalam masyarakat, mass media, teman bergaul dan bentuk kehidupan masyarakat).

 

METODE

Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan instrument angket yang dibagikan secara acak kepada 64 siswa SMA “X” Salatiga sebagai sampel. Analisis data menggunakan deskriptif dan korelasi klinis dengan menggunakan SPSS model 2.0. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu, motivasi belajar siswa, keuletan dan kerja sama siswa, sedangkan variable dependen adalah nilai rata-rata siswa, yang kemudian disusun dalam instrument angket dengan jumlah 20 soal. Angket ini terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitas sebelum dipakai dilapangan.

 

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Untuk mengetahui hubungan antara variable X, motivasi, keuletan dan kerja sama terhadap variable Y, nilai rata-rata siswa, maka langkah pertama yang penulis lakukan adalah dengan uji normalitas. Uji normalitas yang dilakukan sebagai berikut:

  1. Uji Normalitas

Regression

Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 .967a .935 .928 1.81683
a. Predictors: (Constant), Keuletan, Kerja_sama, motiv
b. Dependent Variable: Rata_rata_nilai

Descriptives

Descriptive Statistics
  N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Skewness Kurtosis
Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic Std. Error Statistic Std. Error
Unstandardized Residual 30 -2.96841 3.04395 0E-7 1.72028647 .108 .427 -1.094 .833
Valid N (listwise) 30                

Dari data tersebut terlihat rasio Skewness = 0.108 / 0.427 = 0.252, sedangkan dalam rasio Kurtosis = -1.094 / 0.833 = -1.313.

Untuk dapat dikatakan normal, maka rasio Skewness dan Kurtosis harus berada di antara -2 sampai dengan +2, dan dari data tersebut dapat dilihat bahwa rasio Skewness dan Kurtosis berada dianata -2 sampai +2, maka dapat dinyatakan bahwa distribusi data adalah normal.

 

  1. Uji Autokorelasi

Setelah diketahui bahwa distribusi data normal, maka dilakukanlah uji autokorelasi untuk mengetahui korelasi antar variable. Untuk mengetahui korelasi antar variable maka peneliti menguji variable – variable dengan uji korelasi Durbin Watson dan di dapat data sebagai berikut:

 

 

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson
1 .967a .935 .928 1.81683 2.213
a. Predictors: (Constant), Keuletan, Kerja_sama, motiv
b. Dependent Variable: Rata_rata_nilai

 

Nilai DW dalam data tersebut adalah 2,213, dimana nilai DW berada diantara du sampai dengan 4-du, maka koefisien autokorelasi sama dengan nol. Artinya, tidak ada autokorelasi dalam variable – variable tersebut.

 

  1. Uji Multikolinieralitas

Kemudian, untuk mengetahui atau menentukan apakah suatu model memiliki gejala multikolinieritas, maka dilakukanlah uji multikolinieritas dengan data sebagai berikut:

 

Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 15.979 4.367   3.659 .001    
Motiv .479 .060 .572 7.936 .000 .481 2.080
Kerja_sama -.011 .044 -.013 -.251 .803 1.000 1.000
Keuletan .269 .041 .470 6.525 .000 .481 2.080
a. Dependent Variable: Rata_rata_nilai

 

Dari data tersebut, dapat dilihat bahwa nilai VIF dari variable – variable tersebut dibawah nilai 10, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi ini tidak memiliki masalah multikoliniertitas.

Untuk melihat keeratan hubungan antara dua variable penjelas maka dilakukan uji partial correlation, dengan hasil sebagai berikut:

Correlations
Control Variables motiv Kerja_sama Keuletan
Rata_rata_nilai motiv Correlation 1.000 .035 -.422
Significance (2-tailed) . .856 .023
Df 0 27 27
Kerja_sama Correlation .035 1.000 .018
Significance (2-tailed) .856 . .926
Df 27 0 27
Keuletan Correlation -.422 .018 1.000
Significance (2-tailed) .023 .926 .
Df 27 27 0

 

Untuk mengetahui apakah hubungan antara dua variable bebas memiliki masalah multikoliniaritas adalah melihat nilai significance (2-tailed), jika nilainya lebih kecil dari 0,05 (α=5%) maka diindikasikan memiliki gejala multikolineritas yang serius. Dari data tersebut dapat disimpulkn seluruh variable penjelas tidak terbebas dari masalah Multikolinearitas, tidak ada yang berada dibawah 0,05.

 

  1. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas ini dilakukan untuk mengetahui apakah suatu model terbebas dari masalah heteroskedastisitas atau tidak. Uji yang dilakukan menggunakan uji Glejser.

Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) -.175 2.294   -.076 .940    
Motiv -.001 .032 -.007 -.027 .979 .481 2.080
Kerja_sama .023 .023 .188 .975 .339 1.000 1.000
Keuletan .001 .022 .013 .046 .964 .481 2.080
a. Dependent Variable: abresid

Dari nilai t-statistik dari seluruh variable penjelas tidak ada yang signifikan secara statistic, sehingga dapat disimpulkan bahwa model ini tidak mengalami masalah heteroskedastisitas.

 

  1. Uji Korelasi

Uji korelasi ini dilakukan untuk mengetahui korelasi tiap variable yang diteliti.

Correlations
  motiv Kerja_sama Keuletan Rata_rata_nilai
Motiv Pearson Correlation 1 .011 .721** .910**
Sig. (2-tailed)   .952 .000 .000
N 30 30 30 30
Kerja_sama Pearson Correlation .011 1 .005 -.003
Sig. (2-tailed) .952   .977 .986
N 30 30 30 30
Keuletan Pearson Correlation .721** .005 1 .882**
Sig. (2-tailed) .000 .977   .000
N 30 30 30 30
Rata_rata_nilai Pearson Correlation .910** -.003 .882** 1
Sig. (2-tailed) .000 .986 .000  
N 30 30 30 30
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Dari data diatas dapat dilihat bahwa variable yang signifikan mempengaruhi nilai rata-rata nilai siswa adalah motivasi dan keuletan.

 

  1. Uji Determinan
Variables Entered/Removeda
Model Variables Entered Variables Removed Method
1 motiv . Stepwise (Criteria: Probability-of-F-to-enter <= .050, Probability-of-F-to-remove >= .100).
2 Keuletan . Stepwise (Criteria: Probability-of-F-to-enter <= .050, Probability-of-F-to-remove >= .100).
a. Dependent Variable: Rata_rata_nilai

Dari data ini, terlihat jelas bahwa yang mempengaruhi nilai rata-rata siswa adalah motivasi dan keuletan siswa.

 

KESIMPULAN DAN SARAN

Dari data tersebut dapat ditarik kesimpulan, bahwa yang mempengaruhi prestasi siswa di SMA “X” Salatiga adalah motivasi dan keuletan siswa. Jika motivasi dan keuletan siswa ini ditingkatkan maka nilai rata-rata atau prestasi siswa akan naik. Untuk meningkatkan motivasi dan keuletan siswa maka perlu adanya perubahan dalam proses belajar mengajar, yaitu dengan mengadakan proses belajar mengajar yang kompetitif, seperti mengadakan perlombaan, turnamen, atau debat. Melalui model pembelajaran kompetitif ini maka siswa akan merasa tertantang, dan termotivasi untuk menang, serta akan semakin ulet untuk mengetahui banyak materi dalam pembelajaran.

Banyak ragam teknologi yang dapat diterapkan untuk model pembelajaran yang kompetitif seperti lomba membuat web, e-learning, online game yang dibuat oleh guru sesuai dengan materi, lomba membuat design web sekolah untuk kepentingan pemasaran sekolah, membuat blog pribadi untuk mengunggah berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pendidikan, lomba membuat film dokumenter atau film pendek tentang pendidikan maupun materi sekolah, lomba membuat poster dengan menggunakan software grafis yang nantinya dapat di unggah ke jejaring sosial dan dapat dilihat oleh banyak orang. Selain itu, guru juga dapat menggunakan alat rekam atau handycam untuk merekam penampilan siswa-siswinya yang kemudian rekaman tersebut dapat digunakan untuk melihat ulang penampilan para siswa dan para siswa nantinya dapat menilai penampilan mereka sendiri. Dengan menggunakan teknologi yang ada juga, guru dapat melakukan pembelajaran melalui skype misalkan, dan melalui skype ini, siswa dan guru dapat berinteraksi dengan para guru dan murid dari berbagai belahan dunia, sehingga para siswa dan guru dapat bertukar pendapat, belajar bersama-sama atau berbagai ilmu satu sama lain. Selain itu para siswa nantinya juga dapat melakukan debatei dengan siswa dari belahan dunia lain melalui skype ini, sehingga akan memotivasi siswa untuk lebih giat belajar dan ulet atau tekun belajar.

Adapun beberapa masukan atau saran yang didapat dalam penelitian ini, yang pertama adalah guru hendaknya melakukan model pembelajaran yang kompetitif, yang mendukung motivasi siswa untuk belajar. Guru dapat melakukan permainan dalam pembelajaran (games), turnamen, perlombaan atau debat. Melalui model pembelajaran ini siswa akan merasa tertantang untuk memenangkan perlombaan tersebut, sehingga motivasi belajarnya pun akan meningkat. Kemudian, perlu juga adanya pelatihan guru, supaya kualitas guru dalam mengajar bisa meningkat dan bervariasi lagi, serta guru bisa semakin mahir, kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan teknologi yang ada dalam proses belajar mengajar. Kemudian pemerintah pun hendaknya juga memperhatikan kelengkapan sarana dan prasarana sekolah yang salah satunya adalah media teknologi dan juga akses internet, karena kedua hal tersebut dapat membantu proses belajar mengajar menjadi lebih baik, kreatif, inovatif dan bervariatif.

 

UCAPAN TERIMAKASIH

Dalam penulisan makalah ini penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan kuasa-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Kemudian, penulis mengucapkan terimakasih kepada Prof. Dr. Slameto, M.Pd. selaku pembimbing penulis dalam membuat makalah ini, serta teman-teman MMP A 2015 yang mendukung penulis untuk menyelesaikan makalah ini.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Chaeruman, U. A. (2008, January 31st). Teknologi Pendidikan: Beberapa Definisi. Retrieved November 13, 2015, from TeknologiPendidikan.NET: http://www.teknologipendidikan.net/2008/01/31/what-is-instructionaltechnology/

Chaeruman, U. A. (2011, Agustus 13). TeknologiPendidikan.NET. Retrieved Oktober 31, 2015, from Teknologi Pendidikan: Definisi ICT 2004: http://www.teknologipendidikan.net/2011/08/13/teknologi-pendidikan-definisi-ict-2004/

Definisi, Pengertian dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar. (2012, May 9). Retrieved November 11, 2015, from https://azharm2k.wordpress.com/2012/05/09/definisi-pengertian-dan-faktor-faktor-yang-mempengaruhi-prestasi-belajar/

Dimyati, Mudjiono. (2006). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.

Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan. (n.d.). Retrieved Oktober 31, 2015, from KBBI daring: http://kbbi.web.id/teknologi

Kandunk. (2014, June 2). 4 Pengertian Teknoogi Pendidikan dan Tujuannya. Retrieved November 11, 2015, from http://silontong.com/2014/06/02/4-pengertian-teknologi-pendidikan-dan-tujuannya/

Karen Woo, et al. (2008). Web-based Lecture technologies: Blurring the Boundaries between face to face and distance learning. ALT-J, Research in Learning Technology Vol.16 No. 2 , 81-93.

Miarso, Y. (2007). Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta: Pustekom Diknas.

Ockert, D. (2015). Using a tablet computer for positive self-review: Influence on students’ EFL motives. Accents Asia 8(1) , 22-26.

Pengaruh Teknologi dalam Dunia Pendidikan. (2012, November 3). Retrieved November 11, 2015, from https://muadzach.wordpress.com/2012/11/03/pengaruh-teknologi-dalam-dunia-pendidikan-3/

Peran Teknologi dalam Pembelajaran dan Motivasi Siswa. (n.d.). Retrieved November 11, 2015, from LiniEdukasi: http://liniedukasi.blogspot.co.id/2012/06/peran-teknologi-dalam-pembelajaran-dan.html

Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Susanto, S. (n.d.). Peran Teknologi dalam Proses Pembelajaran. Retrieved November 12, 2015, from Pusat Inovasi Pembelajaran Universitas Katolik Parahyangan: http://pip.unpar.ac.id/publikasi/buletin/sancaya-vol-02-no-03-edisi-mei-juni-2014/peran-teknologi-dalam-proses-pembelajaran/

Teknologi dan Media Memudahkan Pembelajaran. (2013, May 11). Retrieved November 12, 2015, from YPSB (Yayasan Pendidikan Sekolah Bruder): http://vianneymtb.wordpress.com/2013/05/1 1/teknologi-dan-mediamemudah kan-pembelajaran/

Toffler, A. (1980). The Future Shock “Third Wave”. New York: Bantam Book.

Umam, K. (2014, January 8). Peneraan Teknologi Pendidikan. Retrieved November 10, 2015, from Lintas Gayo: http://www.lintasgayo.com/45478/penerapan-teknologi-pendidikan.html

Wahyono, B. (2013, June). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar. Retrieved November 12, 2015, from Pendidikan Ekonomi: http://www.pendidikanekonomi.com/2013/06/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s